5 Kesalahan Saat Mencuci yang Bikin Baju Cepat Rusak
Mulai dari takaran deterjen hingga suhu air, hal sepele bisa berakibat fatal pada pakaian favorit Anda. Hentikan 5 kebiasaan buruk ini sekarang juga sebelum baju Anda berakhir di tempat sampah!

Baju cepat melar, warna gampang pudar, kain jadi kasar, atau sablon mulai retak? Banyak orang langsung menyalahkan kualitas baju. Padahal, sering kali masalahnya bukan di bajunya, tapi di cara mencucinya.
Mencuci memang terlihat sederhana. Masukkan baju, kasih deterjen, nyalakan mesin, lalu jemur. Tapi kalau dilakukan asal-asalan, kebiasaan kecil saat mencuci bisa bikin pakaian cepat rusak.
Apalagi kalau aktivitas kamu padat, tinggal di area Gresik atau Menganti, dan harus mencuci banyak pakaian setiap minggu. Kadang karena buru-buru, semua baju dicampur jadi satu. Hasilnya? Baju bersih sih, tapi umurnya jadi lebih pendek.
Berikut 5 kesalahan mencuci yang paling sering terjadi dan sebaiknya mulai kamu hindari.
1. Mencampur Semua Jenis Baju dalam Satu Cucian
Ini kesalahan paling umum. Semua pakaian langsung masuk mesin cuci tanpa dipisah: kaos, jeans, handuk, pakaian putih, pakaian berwarna, sampai bahan halus.
Masalahnya, setiap jenis pakaian punya karakter berbeda. Jeans punya bahan yang lebih berat dan kasar. Handuk menyerap banyak air dan bisa menghasilkan serat. Baju putih mudah terkena luntur. Sementara bahan halus seperti rayon, satin, atau knit bisa cepat melar kalau dicuci bareng pakaian berat.
Akibatnya, pakaian bisa cepat kusam, berbulu, berubah bentuk, bahkan terkena noda luntur dari baju lain.


